Islam

6 Cara Membaca Al Qur’an untuk Meraih Keberkahan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bulan Ramadhan, syahrul Qur’an (bulannya Al Qur’an). Para ulama menyebutkan membaca Al Qur’an itu ada dua (secara umum) dan bagaiman Cara Membaca Al Qur’an untuk Meraih Keberkahan?

  1. Membaca Lafazhnya, (membaca kata-katanya) yang itu mendapatkan pahala dalam setiap hurufnya 10 kebaikan.
  2. Membaca Hukumnya, (memahami hukum-hukumnya) memahami apa yang ada di dalamnya dan kemudian mengamalkannya.

Yang kedua ini, in sya Allah akan kita bahas pada kesempatan kali ini dengan ringkas.

Membaca, Memahami dan Mengamalkan Al Qur’an

Membaca, memahami dan mengamalkan Al Qur’an adalah fungsi, tujuan utama diturunkannya Al Qur’an kepada hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bayangkan, apabila kita memiliki sebuah buku petunjuk, tetapi buku tersebut tidak kita baca, maka kita tidak akan memahami petunjuk yang terdapat di dalamnya.

Bayangkan jika kita baca tanpa kita pahami, kita juga tidak bisa mengambil pelajaran dari dalamnya. Kita pahami, kita baca, tapi tidak kita amalkan, itu juga tidak akan bisa mendapatkan manfaat dengan buku petunjuk tersebut.

Buku petunjuk itu akan bermanfaat jika kita baca, jika kita pahami dan juga kita amalkan, begitulah Al Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

“Kitab (Al Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran (QS. Shad : 29)

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda dalam sebuah hadits:

والقرآن حجة لك أو عليك

“Sesungguhnya Al Qur’an itu hujjah yang akan membelamu atau hujjah yang akan menuntutmu (pada hari kiamat).” (Hadits riwayat Muslim nomor 223)

Begitulah Al Qur’an, jika kita menjadikan Al Qur’an berada di depan kita dan kita mengikutinya, maka Al Qur’an akan menjadi pembela bagi kita di hari kiamat nanti.

Akan tetapi apabila kita menjadikan Al Qur’an di belakang kita, kita menjadikan Al Qur’an yang justru mengikuti kita, Kita beragama sesuai dengan hawa nafsu, maka Al Qur’an akan menjadi penuntut kita pada hari kiamat nanti.

Demikian pula Ahlul Qur’an, hendaknya mengamalkan Al Qur’an. Tampak pada dirinya sifat-sifat Ahlul Qur’an.

Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

ينبغي لقارئ القرآن أن يعرف بليله إذا الناس ينامون، وبنهاره إذا الناس يفطرون، وببكائه إذا الناس يضحكون، وبورعه إذا الناس يخلطون، وبصمتهِ إذا النَّاس يخوضون، وبخشوعه إذا النَّاس يختالون، وبحزنه إذا النَّاس يفرحون.

“Selayaknya bagi Ahlul Qur’an, menjadi tampak di malam hari ketika manusia tidur dan tampak di siang hari ketika manusia berpuasa. Dan dia tampak dengan tangisnya ketika manusia tertawa dan dengan sifat sederhananya ketika manusia berlebihan. Dan dengan diamnya ketika manusia banyak berbicara, dan dengan khusyuknya ketika manusia lalai, dan dengan sedihnya apabila manusia saling bergembira.”

Itulah Ahlul Qur’an dia harus menampakkan dirinya berbeda dengan banyak manusia (berbeda dalam arti kebaikan).

Terakhir Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan orang-orang yang meninggalkan Al Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًۭا

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” (QS. Al Furqan: 27)

Seandainya aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai temanku.

Kenapa dia menyesal?

Karena menjadikan Si Fulan sebagai teman, karena Si Fulan menjauhkan dia dari Al Qur’an.

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

“Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al Qur’an) ketika (Al Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia.” (QS Al Furqan: 29)

Janganlah kita menjadi orang-orang yang dekat dengan orang-orang yang menjauhkan kita dengan Al Qur’an.

Dekatlah kita dengan orang-orang yang mendekatkan kita dengan Al Qur’an baik mendekatkan kita dengan bacaan Al Qur’an maupun mendekatkan kita untuk beramal dengan Al Qur’an.

Al-Qur’an adalah kitab yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, di antara bentuk keberkahan Al-Qur’an Al-Karim adalah Allah pilih bulan suci Ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa bagi kaum mukminin.

Kenapa? Karena di bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an Al-Karim kitab yang berkah sehingga bulannya pun menjadi bulan yang berkah.

Apa yang harus kita lakukan untuk mengoptimalkan bulan Ramadhan ini, untuk meraup keberkahan dari Al-Qur’an, adalah:

Memperbanyak Membaca Al Qur’an

Hendaklah kita memperbanyak membaca Al-Qur’an Al-Karim. Jadi untuk meraup keberkahan dari Al-Qur’an kita memperbanyak tilawatil qur’an.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Baca juga  9 Adab Wajib dan Sunnah Berpuasa

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka dia akan mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya.”

Cara Membaca Al Qur'an untuk Meraih Keberkahan

Tidak ada kitab yang ada di dunia ini seperti Al-Qur’an Al-Karim, dimana membaca hurufnya saja (walaupun) tidak paham maknanya, maka dia mendapatkan kebaikan (keberkahan).

Maka kita harus memperbanyak membaca Al-Qur’an Al-Karim di bulan Ramadhan ini.

Mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Namanya manusia terkadang capek untuk membaca Al-Qur’an, terkadang kurang semangat untuk membaca. Maka untuk meraih keberkahan Al-Qur’an, kita bisa ganti dengan mendengarkan Al-Qur’an dengan cara memutar muratal Al-Qur’an atau meminta teman kita membaca Al-Qur’an kemudian kita mendengarkannya. Sehingga kita mendapatkan keberkahan Al-Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Araf:204)

Rahmat Allah turun di antaranya karena kita mendengarkan Al-Qur’an Al-Karim.

Tadabbur Al-Qur’an

Kita tadabbur dengan adab-adab yang baik, kita pahami kandungan ayat per ayat, karena tadabbur ini adalah di antara tujuan diturunkannya Al-Qur’an Al-Karim.

Tujuan diturunkannya Al-Qur’an Al-Karim agar kita mendapatkan keberkahan Al-Qur’an dan mendapatkan banyak pelajaran dan nasehat-nasehat dari Allah yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌۭ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mendapat pelajaran.” (QS Sad : 29)

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari mentadabburi Al-Qur’an Al-Karim diantaranya agar hati kita menjadi lembut dan akhlak kita lebih baik.

Menghapalkan Al Qur’an

Keberkahan Al-Qur’an bisa diraih oleh orang yang menghapalkan Al-Qur’an Al-Karim

Kita mulai menghapal dari ayat-ayat yang menurut kita mudah, karena keberkahan Al-Qur’an diberikan juga kepada orang-orang yang mau menjadikan dirinya salah satu penghapal Al-Qur’an.

Kita tidak harus menghapal seluruh ayat Al-Qur’an, kita bisa menghapal beberapa ayat dari Al-Qur’an (surah dari Al-Qur’an), intinya kita berusaha untuk menghapal Al-Qur’an Al-Karim.

Kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki hati, apabila hati kita diisi dengan Al-Qur’an Al-Karim, tidak ada yang lebih mulia dibandingkan dengan Al-Qur’an Al-Karim.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ أحسنَ الحديثِ كتابُ الله

“Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Allah menjadikan dada penghapal Al-Qur’an sebagai penyimpan kalam-Nya yang mulia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

بَلْ هُوَ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌۭ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعلم

“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” (QS Al-Ankabut :49)

Allah jadikan dada orang-orang yang menghapal kitab-Nya untuk menyimpan kalam-Nya yang mulia dan Allah sifati dengan orang-orang yang diberi ilmu.

Bahkan Allah memberikan kemuliaan di akhirat, diberikan kesempatan kepada penghapal Al-Qur’an untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil, setiap ayat yang dia baca akan naik tingkatan surga yang lebih tinggi.

Tangga surga dinaiki tangga demi tangga kemudian mencapai puncak surga yang tertinggi diantara sebabnya karena membaca Al-Qur’an.

Setiap satu ayat dia akan naik satu tingkat, satu ayat dibaca dengan hapalannya naik satu tingkat, sampai mencapai tingkat yang tertinggi sesuai dengan hapalan yang dia bawa.

Sebagian ulama menyebutkan bahwasanya jumlah tangga di surga sebanyak ayat di dalam Al-Qur’an (Masya Allah).

Mari kita mulai untuk menghapal kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengamalkan Al Qur’an

Keberkahan Al-Qur’an akan didapat bagi orang yang mengamalkan Al-Qur’an Al-Karim

Kita beramal dengan kandungannya, kita praktekan dalam diri kita, kemudian kita amalkan dalam keseharian kita. Karena tujuan Al-Qur’an untuk diamalkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌۭ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS Al-An’am :155)

Mempelajari Al Qur’an

Keberkahan Al-Qur’an akan diperoleh bagi orang yang mau belajar

Keberkahan Al-Qur’an akan diperoleh bagi orang yang mau belajar, bagi orang yang mau mendakwahkan Al-Qur’an Al-Karim.

Kita ingin menjadi orang terbaik, terbaik bukan dimata makhluk tetapi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam sudah memberitakan bagaimana kita bisa menjadi salah satu orang yang terbaik.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

 خيركم من تعلم القرآن وعلمه

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.”

Dibulan Ramadhan, bulan Al-Qur’an mari kita raih keberkahan sebanyak-banyaknya dengan banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an baik dengan membaca, mendengarkan dan mentadabburinya, menghapal dan mengamalkan dan kita belajar juga mengajarkan Al-Qur’an.

Oleh : Ust. Ibnu Ali Sutopo dan Ust. Amrullah Akadhinta

Write A Comment