Islam

8 Hikmah Puasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Pinterest LinkedIn Tumblr

Ketahuilah bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki hukum yang sempurna dan hikmah yang tinggi dalam ciptaan dan syari’at-Nya, termasuk Hikmah Puasa dalam Kehidupan Sehari-hari yang mungkin terlewatkan bagi kita.

Dia-lah yang Maha Bijaksana dalam ciptaan dan syari’at-Nya. Segala sesuatu yang Allah syari’atkan pasti ada hikmahnya termasuk di dalamnya puasa.

Banyak sekali hikmah di dalam puasa, di antaranya:

Hikmah Puasa adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan puasa. Dengan cara meninggalkan hal-hal yang disukainya, hal-hal yang diinginkannya, baik itu makanan, minuman, maupun melakukan hubungan intim.

Dengan menjalankan ibadah puasa maka nampak kejujuran keimanan seseorang, kesempurnaan ubudiyyahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kekuatan cintanya dan harapannya yang besar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Puasa sebab ketakwaan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al Baqarah :183)

⇒ Pengertian takwa secara umum adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hikmah Puasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Orang yang berpuasa diperintahkan untuk menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan.

Dalam hadits riwayat Al Bukhari, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ في أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ.

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan (perbuatan) dusta atau perbuatan bodoh, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak butuh dengan puasanya.”

Orang yang berpuasa tidak boleh berbohong, tidak boleh mengatakan perkataan dusta atau melakukan perbuatan dusta.

Dalam hadits lain orang yang berpuasa dilarang membalas celaan orang yang mencelanya atau orang yang mencacinya. Ketika dia dicela atau dicaci, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memerintahkan untuk mengatakan,”Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Dengan puasa hati menjadi fokus untuk berpikir dan berdzikir

Berbeda bila kita dalam keadaan kenyang, menuruti hawa nafsu bisa menyebabkan kelalaian. Bahkan terkadang mengeraskan hati dan membutakan hati dari kebenaran.

Oleh karenanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memberikan bimbingan untuk sedikit makan.

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

بِحَسَبِ ابْنِ آدَمَ أَكَلَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَه،

“Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.” (Hadits riwayat Ahmad, An Nassai dan Ibnu Majah)

Baca juga  6 Cara Membaca Al Qur'an untuk Meraih Keberkahan

Orang kaya menyadari betapa besar nikmat kekayaan yang Allah berikan

Dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan nikmat makanan, minuman, dan istri kepadanya. Sementara kebanyakan orang tidak mendapatkan kenikmatan ini.

Tidak punya makan, tidak punya minum tidak punya pasangan, maka dia pun memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala bersyukur kepada-Nya dan dia ingat saudaranya yang fakir (miskin).

Maka hatinya tergerak untuk membantu mereka. Untuk bersedekah kepada mereka, supaya mereka bisa menutupi rasa laparnya, supaya mereka bisa memakai pakaian, menutupi auratnya.

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dan kedermawanan Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam semakin meningkat di bulan Ramadhan, ketika Jibril alayhissalam menemuinya (mengajarkan Al Qur’an kepadanya).

Melatih mengendalikan nafsu

Melatih mengendalikan nafsu yang menguasainya dan memegangnya kuat-kuat sehingga ia bisa mengendalikan dan mengarahkannya kearah kebaikan dan kebahagiaan.

Menghilangkan kesombongan

Menghilangkan kesombongan dari jiwa orang yang melaksanakannya. Sehingga dia tunduk kepada kebenaran dan bersikap lemah lembut terhadap sesama.

Orang yang kenyang kemudian dia penuhi syahwatnya dengan melakukan hubungan intim, terkadang perkara-perkara ini bisa mengantarkan dirinya kepada sikap sombong.

Sombong terhadap kebenaran maupun sombong terhadap sesama. Nafsu manusia ketika butuh terhadap perkara-perkara ini (butuh makan, minum, melakukan hubungan intim) maka ia akan berusaha untuk mendapatkannya.

Kalau dia sudah mendapatkanya ia pun merasa telah meraih keinginannya, maka muncullah rasa senang yang tercela dan rasa sombong yang bisa menjadi sebab kebinasaannya.

Dengan puasa aliran darah menjadi sempit

Dengan puasa aliran darah menjadi sempit disebabkan lapar dan haus, maka jalan-jalan syaithan ditubuh manusia menjadi sempit. Karena syaithan berjalan ditubuh manusia melalui aliran darah.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, oleh karenanya puasa bisa mengekang hawa nafsu.

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda kepada para pemuda:

 يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ منكُم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah kalian menikah, karena menikah itu bisa menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Namun barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa bisa mengekang hawa nafsunya dan puasa bisa mempersempit jalan-jalan syaithan dalam tubuhnya.”

Puasa menghasilkan berbagai manfaat kesehatan

Dengan mengurangi makan, mengistirahatkan alat-alat pencernaan untuk beberapa waktu tertentu kemudian membersihan tubuh dari sisa-sisa dan endapan-endapan makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Dan masih banyak hikmah puasa yang dijelaskan oleh para ulama.

Betapa agung dan tinggi hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala, betapa bermanfaat dan bermaslahat syari’at-syari’at Allah bagi makhluk-Nya.

Oleh Ustadz Amir Assoronji

Write A Comment