Review Seminggu Jaga Anak, Pantas Nabi Sebutkan Ibu 3x baru Kemudian Ayah - Blog Hobi Bermanfaat

Senin, 15 April 2019

Review Seminggu Jaga Anak, Pantas Nabi Sebutkan Ibu 3x baru Kemudian Ayah

Bloghobi - Saya kerja, istri kerja, otomatis anak gak ada yang jaga, apakah anda sama? anda seorang ayah seperti saya yang merasa bersalah? istri yang tugas utamanya menjaga, mendidik, mengasuh, mengajari, mengayomi, dan semua hal yang berkaitan dengan masa depan seorang anak? tetapi kenyataannya harus ikut bekerja membantu anda, ya anda dan saya juga tentunya! ๐Ÿ˜’

Review Seminggu Jaga Anak, Pantas Nabi Sebutkan Ibu 3x baru Kemudian Ayah
ilustrasi : pulsk.com
Siapa yang kita andalkan untuk mengasuh anak kita? Ayah dan Ibu (kakek nenek dari anak kita), ibu mertua dan bapak mertua (kakek nenek dari anak kita), kakak kandung, abang kandung atau adik kandung? semua sah-sah saja jika mereka bersedia, tetapi anak kita pasti merindukan seorang ibu, ibu kandung! ๐Ÿ˜ข

Masuk kedalam topik sebenarnya, tulisan ini intinya adalah ingin menggambarkan bahwa tugas seorang ibu jauh lebih berat dari sekedar bekerja di kantor.

Lalu kenapa bisa anak ditinggalkan oleh seorang ayah dan bunda tercinta di rumah, ditinggalkan bersama nenek/kakek, oom/tante mereka?๐Ÿ˜ž
  1. Alasan finansial (merasa tidak cukup gaji suami, gaya hidup)
  2. Bunda mengejar karir
Nah, kembali ke topik inti, berikut ini Review saya pribadi saat harus menjaga anak tercinta yang berumur 2.5 tahun. Anak laki-laki yang sangat aktif.

1. Menyiapkan Makanan/Minuman

Hmmmm,,, kalau mikirin ini, seorang laki-laki mana yang bisa menyiapkan makanan dengan menu berbeda, gizi seimbang, sesuai dengan kebutuhan anak, dan yang paling penting adalah menu makanan/minuman tersebut disukai oleh anak-anak!

Pekerjaan ini, ampun ribetnya.๐Ÿ˜ญ

Keputusan akhir adalah dengan jajan, pagi beli sarapan pagi di luar, siang beli nasi padang, malam syukur alhamdulillah Istri sudah pulang kerja (walaupun sebenarnya tidak tega kita sebagai seorang suami mengandalkan istri yang sudah bekerja dengan segala beban kantor, letih saat pulang dihadapkan pada si kecil lagi saat di rumah), kapan istrirahatnya istri kita?

Tingkat kesabaran juga diuji disini, tidak hanya dalam menyiapkan makanan/minuman saja, saat semua sudah siap, maka kita harus rela menyuapkan 1 suap, 1 suap, 1 suap sampai habis isi piring. Sangat disarankan untuk menjaga kesabaran.๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜

2. Cucian Piring

Perasaan baru sebentar, kok dapur sudah penuh aja dengan piring, gelas, mangkok, sendok, periuk, kuali dan segala macam alat tempur dapur sudah menunggu untuk disabun.๐Ÿ˜ท

Beratkan pekerjaan ini? bagi saya sangat berat, bagi seorang LELAKI ini sangat sulit๐Ÿ˜ญ

3. Memandikan Anak

Jangan ditanya yang satu ini, mandi tidak sekedar mandi burung seperti kita. Gosok gigi harus pintar merayu, pake baju dan celana harus ligat pegang tangan dan kaki si kecil, pakein minyak telon, pakein pempes, bedak, minyak rambut. Sudah bisa dibayangkan?

4. Tidur

Nah, ini kalau ane liat beda anak, beda tipe, ada anak-anak yang sangat mudah untuk tidur (biasanya perawakan gemuk) dan ada anak dengan tipe yang tidurnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Siap-siap membuatkan mimik dodotnya 2-3 kali baru bisa tidur, harus cerita-cerita dulu setengah jam baru matanya terpejam.

Naasnya, saat anak tertidur kitanya gak ngantuk dan sibuk dengan gadget, main hape, buka laptop, nonton,,,

30 Menit kemudian kitanya ngantuk, butuh waktu 15 menit baru bisa tertidur. Dan saat lelap tertidur 15 menit sianak sudah bangun saat mata kita lagi ngantuk-ngantuknya๐Ÿ˜ญ

5. Main

Bagian ini enak kalau kita senang dengan anak-anak, siap-siap jadi sapi, kambing, kucing, ayam dan lain-lain. Harus bisa berbagai suarah hewan ๐Ÿ˜

Masih banyak lagi, seperti ganti pempes saat sudah penuh, apalagi pas EEK, siap-siap wahai ayah merasakan kehebatan dan kesabaran seorang ibu.

Akhirnya, saya sebenarnya ingin menekankan bahwa pekerjaan seorang ibu itu berat, sangat berat bahkan lebih berat dari pekerjaan seorang ayah, tidak hanya bekerja mengeluarkan tenaga, tetapi juga membutuhkan kesabaran. Ibu, istriku, I love you... ๐Ÿ˜ฅ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda